Friday, 21 June 2013

LP BBLR

LANDASAN TEORI
BBLR
(Berat Badan Lahir Rendah)


1.      Pengertian
Istilah prematur telah diganti dengan BBLR karena terdapat dua bentuk penyebab kelahiran bayi dengan BB < 2500 gram karena UK < 37 minggu, BB < rndah dari semestrinya terapi aterm.
BBLR adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gr sampai dengan 2499 gram.
(Maternal dan Neonatal,   : 37)
Ø  Pembagian BBLR
-        Bayi berat badan rendah (BBLR): BB 1500 – 2500 gr
-        Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR): BB < 1500 gr
-        Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER): BB < 1000gr

2.      Penyebab BBLR dan Kehamilan Kurang Bulan (Prematur)
a.       Penyebab kehamilan kurang bulan
-        Kelainan pada ibu
-        Kehamilan ganda
-        Induksi persalinan dini
b.      Penyebab BBLR dan prematur
-        Faktor ibu
Penyakit (toxomia gravidarum, perdarahan aterpartum, trauma fisik nefritis akut).
-        Usia ibu
Usia kurang lebih 16 tahun, usia lebih ari 35 tahun, multigravidarum yang jarak kehamilannya dekat.
-        Keadaan sosial
Sosek rendah, perkawinan yang tidak sah
-        Sebab lain
Ibu perokok, peminum alkohol, pecandu narkoba
-        Faktor janin
Hydramnion, kehamilan ganda, kelainan kromosom, kelainan kongenita

3.      Tanda-tanda BBLR/Prematur
-        BB kurang dari 2500 gr
-        PB kurang dari 45 cm
-        Lingkar dada kurang dari 30 cm
-        Lingkar kepala kurang dari 33 cm
-        Kulit keriput, tipis, merah, putih dengan rambut lanugo pada dahi, pelipis, telinga, lengan.
-        Jaringan lemak dibawah kulit sedikit
-        Kuku jari tangan dan jari kaki belum mencapai ujung jari
-        Kepala lebih besar dari pada badan
-        Tulang rawan dan daun terlinga immatur
-        Puting susu belum terbentuk dengan baik
-        Ubun-ubun dan sutura lebar

4.      Menghadapi bayi preterm, harus diperhatikan masalah:
Ø  Suhu tubuh
-        Pusat mengatur nafas badan belum sempurna
-        Luas badan bayi relatif besar sehingga penguapannya bertambah
-        Otot bayi masih lemah
-        Lemak kulit dan lemak coklat kurang sehingga cepat kehilangan panas badan
-        Kemampuan metabolisme panas masih rendah, sehingga bayi dengan berat badan lahir rendah perlu diperhatikan agar tidak lemak banyak kehilangan panas badan dan dapat dipertahankan sekitar 36,5-97,3%
Ø  Pernafasan
-        Pusat pengatur pernafasan belum sempurna
-        Surfaktan masih kurang sehingga perkembangannya tidak sempurna
-        Otot pernafasan dan tulang iga lemah
-        Dapat disertai penyakit, penyakit hyalin membran, mudah infeksi paru-paru, gagal pernafasa
Ø  Alat pencernaan makanan
-        Belum berfungsi sempurna sehingga penyerapan makanan dengan banyak lemak, kurang baik
-        Aktivitas otot pencernaan makan masih belum sempurna sehingga pengosongan lambung berkurang
-        Mudah terjadi regangitasi isi lambung dan dapat menimbulkan apsirasi pneumonis
Ø  Hepat yang belum matang (immatur)
Mudah menimbulkan gangguan pemecahan billirubin, sehingga mudah terjadi hiperbillirubinemia (kuning) sampai kena ikterus
Ø  Ginjal masih belum matang
Kemampuan mengatur perkembangan sisa metabolisme dan air masih belum sempurna sehingga mudah terjadi oedem
Ø  Perdarahan dalam oro
-        Pembuluh darah bayi peramturnisasi rapuh dan mudah pecah
-        Sering mengalami gangguan pernafasan, sehingga memudahkan terjadinya perdarahan anak
-        Perdarahan dalam orok memperburuk keadaan dan menyebabkan kematian bayi
-        Pemberian O2 belum mampu diatur sehingga mempermudah terjadinya perdarahan dan nekoris.
(Manuaba, 1998: 372-328)

5.      Perawatan dan pengawasan bayi prematuritas/BBLR
Ø  Pengaturan suhu bayi prematur/BBLR
Bayi prematur dengan cepat akan kehilangan panas badan dan bayi prematur dengan cepat akan kehilangan panas badan dan menjadi hipotermia karena pusat pengaturan panas badan berfungsi dengan baik. Metabolismenya rendah, dan permukaannya badan relatif luas oleh karena itu bayi prematuritas harus dirawat di inkubator sehingga panas badannya mendekati dalam rahim, bila tidak ada inkubator, bayi prematuritas dapat dibungkus dengan kain dan disampingnya ditaruh botol berisi air panas.
Ø  Makanan bayi prematuritas
Alas pencernaan bayi prematur masih belum sempurna, lambung kecil, enzim pencernaan belum matang, sedangkan kebutuhan protein 3-5 gr/kg BB dan kalori 110 kal/kg BB, sehingga pertumbuhannya dapat meningkat. Pemberian minum bayi sekitar 3 jam setelah lahir dan didahului dengan menghisap cairan lambung reflek menghisap masih lemah, sehingga pemberian minum sebaiknya sedikit demi sedikit tetapai sering, permulaan cairan yang diberikan ± 90-60 cc kg BB/hari terus dinaikkan sampai 20 cc kg BB/hari.


Ø  Menghindari infeksi
Bayi prematuritas mudah sekali terkena infeksi karena daya tahan tubuh yang masih lemah, kemampuan leukosit masih kurang, pembentukan antibodi belum sempurna, oleh karena itu upaya prenventif sudah dilakukan sejak pengawasan antenatal sehingga tidak terjadi BBLR/prematuritas.

6.      Komplikasi BBLR
-        Hypotermi
-        Hypoglikemis
-        Hyperbillirubin karena fungsi hepar belum sempurna
-        Syndrom gangguan pernafasan hipobia
-        Pneumenium aspirasi, karena reflek menelan dan batuk belum sempurna

Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pada Bayi Berat Lahir Rendah
I.        Pengumpulan Data
A.    Data Subjektif
Identitas/Biodata
Tanggal:                                                          Jam:
Nama bayi                  :
Umur                          :
Tanggal/Jam lahir        :
Jenis kelamin              :
BB/TB                        :
Nama ibu        :                                               Nama Ayah     :
Umur              :                                               Umur               :
Agama            :                                               Agama             :
Suku/bangsa   :                                               Suku/bangsa    :
Pendidikan     :                                               Pendidikan      :
Pekerjaan        :                                               Pekerjaan         :
Alamat            :                                               Alamat                        :
Keluhan utama
Ibu mengatakan bayinya sering menangis

Riwayat penyakit kehamilan
-        Perdarahan            : tidak ada
-        Pre-eklamasi         : tidak ada
-        Eklamasi               : tidak ada
-        Peyakti kelamin    : tidak ada
-        Lain-lain               : tidak ada
Kebiasaan waktu hamil
Makanan       :  ibu mengatakan makan nasi, lauk-pauk, sayur dan buah
Obat-obatan  :  ibu mengatakan tidak pernah minum obat ataupun minum jamu-jamuan
Merokok       :  tidak pernah merokok
Riwayat persalinan sekarang
a.        Jenis persalinan   :  normal
b.        Ditolong oleh      :  bidan
c.        Usia kehamilan    :  40 minggu
d.       Lama persalinan  : 
Primi. G. kala I  : 12 jam                       Multi. G  kala I : 8 jam
kala II  : 80 mnt                                     kala II : 30 menit
kala III : 5-10 mnt                                 kala III : 5-10 menit
e.        Ketuban pecah    :  spontan, warna jernih, bau anyir
f.         Komplikasi persalinan
Bayi : tidak ada
Ibu   : tidak ada
g.        Keadaan bayi baru lahir rendah
Niai APGAR score =   7-10         : tidak asfiksi
4-6           : bayi asfiksi ringan-sedang
0-3           : bayi asfiksi berat
Gejala
0
1
2
1.   Warna kulit
2.   Usaha bernafas
3.   Tonus obat
4.   Reflek
5.   Warna kulit
Tidak ada
Tidak ada
Tumpul
Tidak bereaksi
Biru/pucat
< 100
Lambat, tidak teratur
Extremitas, flexi sedikit
Gerakan sediktit
Badan kemerahan extremitas biru
> 100
Menangis kuat
Gerakan aktif
Menangis
Seluruh tubuh kemerahan
Gejala
0
1
2
1.   Frekuensi jantung
2.   Usaha bernafas
3.   Tonus otot

4.   Reflek
5.   Warna kulit
Tidak ada
Tidak ada
Lumpuh

Tidak bereaksi
Biru/pucat
< 100
Lembut, tidak teratur
Extremitas, lumpuh sedikit
Gerakan sedikit
Badan merah/extremitas biru
> 100
Menangis kuat
Gerakan aktif

Menangis
Seluruh tubuh kemerahan
Ø  Berat badan                : 1600 gr
Ø  Panjang badan            : 46 cm
h.        Resusitasi
Dilakukan penghisapan lendir, ambubage: tidak/ya
Rangsangan: ya, massase jantung: tidak
Therapy:  Vitamin xxx, obat tetes mata, vaksin hepatitis B, sonde, inkubator

B.     Data Objektif
Pemgkajian data dilakukan pada saat bayi berada dalam inkubator
1.      Pemeriksaan umum
-          KU                  : baik                           BB sekarang: 1600 gram
-          Suhu                : 36,9oC                       PB sekarang: 44 cm
-          Pernafasan       : 40-60 x/mnt
-          Nadi                : 120 x/mnt
2.      Pemeriksaan fisik
-   Kepala           :  simetris, tidak terdapat cephal, fontahella mayor alam menutup, tidak terdapat caput sucedenium.
-   Muka             :  pucat, jarak kontus mata normal, sklera tidak ikterus, conjungtiva tidak anemis.
-   Telinga          :  simetris, bersih, tidak da keluaran serumen.
-   Leher             :  normal, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
-   Nada             :  simetris, tidak ada ronchi, tidak ada wheezing, tidak ada tarikan dada, terlihat kerang dada/thoram.
-   Tali pusat       :  belum lepas, bersih, tidak ada tanda-tanda infeksi, tidak ada perdarahan, terbungkus kasa steril.
-   Punggung      :  tidak ada spink lifide, tidak ada menengokel.
-   Genetasi        :  bersih, testis belum turun.
-   Anus              :  tidak ada atreski ani.
-   Ekstremitas   :  atas: tidak ada oedem, tidak polidaktif
Bawah: tidak ada polidaktie, tidak oedem
-   Kulit              :  kulit tipis/transparan, lanugo xxx, kemerahan terdapat sedikit verniks.
3.      Refleks
-   Refleks moro (-) ketika dikagetkan bayi kaget kaget
-   Refleks menghidap (+) (sucking refleks)
-   Refleks mencari (-) (rooting refleks)
-   Refleks menggenggam (+) (dropping refleks) ketika disentuh telapak tangan bayi akan menggenggam.
-   Refleks babinski (+) (refleks terjadi jika telapak kaki diusap, bayi akan menyebarkan gerakan memutar)
4.      Antropometri
-   Lingkar kepala: 27 cm
-   Lingkar dada: 25 cm
5.      Eliminasi
Urine dan meconeum akan keluar jika diberikan susu melalui sonde dalam 2 x 24 jam setelah bayi lahir.
6.      Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan

C.    Assesment
1.      Identitas diagnosa, masalah, kebutuhan
§ Diagnosis   :  bayi berat lahir rendah usia 2 hari
DO             :  - Ku : rendah
                      - Kesadaran : composmentis
                      - Suhu : 36,9oC
                      - Nadi : 120 x/mnt
                      - APGAR scor : 4-6
                      - BB/PB : 1600 gr/44 cm
                      - Lingkar kepala 27 cm
                      - Lingkar dada : 25 cm
                      - Terdapat rambut lanugo, pembuluh darah terlihat jelas
§ Masalah      :  bayi prematur
§ Kebutuhan :  - Menjaga kehangatan tubuh bayi
- Pemberian ASI dan nutrisi yang cukup tiap 2 jam
- Menaruh bayi dalam inkubator
- Jika keadaan membaik berikan ke ibunya
2.      Identitas diagnosa dan masalah potensial
-        Potensi terjadinya hipotermia dan asfiksi
-        Masalah : kematian pada bayi

3.      Identitas kebutuhan segera dan kolaborasi
Kolaborasi dengan dokter spesialis A untuk penanganan BBLR

D.    Planning
a.       Intervensi
Tanggal:                                        Jam:
Tujuan         :  Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2 jam 30 menit diharapkan bayi dapat beradaptasi dengan kriteria.
-        Suhu tubuh 36,5oC – 37,5oC
-        Bibir dan ekstremitas tidak sianosis
-        Pernafasan normal
-        Bayi tidak kuning
-        Refleks rooting dan morrow yang kuat
Intervensi
1.      Lakukan pendekatan therapeutik dengan ibu
R/     Menumbuhkan kerja sama yang halus antara petugas dan keluarga.
2.      Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
R/     Ibu mengetahui tentang keadaan bayinya
3.      Lakukan TTV (observasi) perdarahan tali pusat, intake dan output
R/     Mengetahui terjadinya komplikasi dan perkembangan bayi
4.      Berikan HE tentang:
·         Jaga kehangatan bayi
·         Ganti popok bayi tiap bayi BAK/BAB
·         Memberikan nutrisi dengan hati-hati
R/     Menambah wawasan pada ibu
5.      Kenali tanda bahaya bayi
R/     Antisipasi adanya kelainan pada bayi dan mengurangi kekhawatiran ibu akan keadaan bayinya.
6.      Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
R/     Pencegah infeksi
7.      Hindarkan bayi kontak dengan sumber yang dapat mengakibatkan penurunan suhu
R/     Mencegah kehilangan panas
8.      Perawatan bayi sehari-hari
R/     Menjaga personal hygiene dan memberi perawatan untuk menjaga kondisi bayi.
9.      Kolaborasi dengan dokter spesialis anak dalam pemberian perawatan selanjutnya
R/     Fungsi independen
b.      Implementasi
Implementasi yang kooperatif merupakan pengeluaran dan perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan dapat terjadi dan teratasi dengan baik apabila diterapkan berdasarkan hakikat masalah jenis tindakan atas pelaksanaan/bisa dikerjakan untuk bidan sendiri hanya kolaborasi sesama tim kesehatan lainnya dan rujukan dari profesi lain.
c.       Evaluasi
Evaluasi mengacu pada kriteria hasil dengan menggunakan SOAP
Tanggal:                                                    Jam:
S     :  Ibu mengatakan bayinya sudah minum susu dengan baik
O    :  - Keadaan umum                 : baik
          - Kesadaran                         : composmentis
          - Suhu                                  : 36,9oC
          - Refelks rooting dan moro : (+)
          - Pernafasan                                    : 50 x/menit
          - BAB/BAK                        : +/+
          - Warna kulit                       : kemerahan
          - Sianosis                             : (-)
          - Bayi tidak kuning
A    :  Bayi Ny. “...” dengan berat badan lahir rendah
          Mx teratasi
P     :  Rencana tetap dilanjutkan
-        Menjaga kehangatan bayi
-        Perawatan bayi sehari-hari
-        Pemberian ASI/nutrisi setiap 1 jam (5 cc/jam)
-        Observasi TTV
-        Kolaborasi dengan spesialis anak untuk memastikan kondisi bayi dalam keadaan sehat.